Diary 13 : Tempat yang Diridhoi

TEMPAT YANG DIRIDHOI – Setiap perjalanan manusia memiliki tujuan masing-masing dalam hidupnya. Memimpikan masa depan dengan usaha yang maksimal. Tetapi semua yang akan terjadi pada diri kita tergantung pemberian dari Sang Maha Esa. Hingga apapun yang terjadi, kita harus selalu bersyukur atas semua keridhoan yang diberikan oleh-Nya.

Diary 13 : Tempat yang Diridhoi


Bagian 1 : Lulus MA

Tak terasa waktu berganti begitu cepat. Memberikan kehidupan singkat yang tak dapat diulang. Telah banyak kenangan atas semua perjalanan saat di sana. mengenang dalam pikiran tak dapat hilang begitu saja. Seakan ingin kembali kepada masa awal yang sangat dirindukan.

Tamatlah sudah ku berada di masa akhir tingkat atas ini. Saatnya menuju ke jenjang yang lebih tinggi dari masa yang telah kulalui. Berpisah dengan teman seperjuangan di masa itu. Dan berpencar demi meraih masa depan sukses yang diridhoi oleh-Nya.

Bagian 1 : Lulus MA

 

Bagian 2 : Pulang ke Rumah

Akhirnya hari ini sampai juga. Menuju ke tempat banyaknya orang yang sedang menungguku. Menunggu atas pulangnya diriku dari tempat yang lumayan jauh. Dengan di jemputnya diriku oleh orang yang sangat kusayangi. Menempuh perjalanan bersama menuju bangunan yang kami singgahi.

Perjalanan begitu cepat hingga kami dapat sampai ke rumah dengat selamat. Malam yang begitu dingin membuat badan ini menggigil kedinginan. Dengan cepat membereskan barang-barang yang kami bawa dalam perjalanan. Kemudian berbaring ke sebuah ranjang yang telah di siapkan.

Bagian 2 : Pulang ke Rumah

 

Bagian 3 : Mencari-cari

Hari terus berganti. Sudah agak lama ku berada di tempat tinggal di area ini. Memikirkan perkara bersama orang yang kusayangi atas masa depan yang akan kujalani. Menjelajahi dari satu tempat ke tempat lain demi diriku kelak di kemudian hari.

Telah banyak tempat yang dapat kami temukan. Sungguh aku harus mengikuti semua kriteria ini satu persatu tanpa henti. Kuharus belajar sungguh-sungguh atas semua yang akan kulakaukan nanti. Semua ini demi masa depan kehidupanku nanti.

Bagian 3 : Mencari-cari

 

Bagian 4 :  STKIP Al Hikmah Surabaya

Mendapatkan tempat pertama yang akan kutuju bersamanya. Menuju sebuah area yang akan menjadikan seorang yang berjasa dalam kehidupan. Berjasa dalam sebuah pengajaran angka-angka rumit yang akan di ajarkan. Saatnya memulai tes awal sebelum ku dapat masuk ke sana.

Sangat melelahkan. Tes yang berjalan selama kurang lebih sembilan jam berturut-turut. Sungguh hari yang melelahkan. Mempekerjakan otak secara maksimal dalam ruangan yang berisikan banyak peserta. Membuatku merasa pusing atas semua yan telah terjadi sebelumnya.

Akhirnya tespu telah usai. Tak kusangka ku dapat melaksanakan semua tugas itu. Sekarang saaatnya menunggu pemberitahuan kelulusan atas pengetesan itu. Dan semua perjuangan tak selalu baik setelahnya. Atas pemberitahuan itu, tak dapatlah aku berpartisipasi masuk ke dalam area itu.

Bagian 4 :  STKIP Al Hikmah Surabaya

 

Bagian 5 : STIS Jakarta

Setelah semua itu terlewati, saatnya menuju jenjang ke dua. Sama seperti yang sebelumnya. Suasana yang akan sangat memberikan kerja maksimal otak dalam pengetesan. Sungguh tak dapat kupikirkan semua ini kan kulakukan satu per satu.

Melihat banyaknya peserta yang mengikuti pengetesan ini. Ku berada di bangku sepuluh dari terakhir tetapi berada posisi di depan ruangan. Tetapi semua itu biasa saja karna kemarin sudah pernah melakukan hal yang sama. Hingga dapat mengerjakan dengan tenang semua pertanyaannya.

Tak kusangka aku sebodoh itu. Tak melihat cover depan soal sehingga membuat kesalahan yang amat fatal dalam hidupku. Harusnya lebih baik yang tak bisa kukerjakan kukosongkan saja. tetapi bodohnya diriku mengisi semua soal tanpa takut adanya kesalahan. Hingga semua itu berakibat tak dapat kululus di tempat itu.

 Bagian 5 : STIS Jakarta

 

Bagian 6 : SBMPTN ITS Surabaya

Yah, sangat melelahkan. Sekarang kuberada di tempat tak jauh dari bangunan-bangunan sebelumnya. Bertempat di kota yang sama sehingga tak usah jauh-jauh tuk melakukan perjalanan. Entah apa yang kupikirkan tuk dapat mengerjakan ini semua.

Seperti biasa tes pun telah dimulai. Saatnya kembali memanaskan kinerja otak dalam ruangan ini. Berisikan kurang lebih dua puluh orang untuk dapat ku berkompetisi dalam semua permainan ini. Tetapi yang ini akan membuat otak lebih berputar dari sebelumnya. Mengerjakan di sebuah kotak besar menyalakan sinar tuk dapat kulihat secara jelas.

Lumayan aku dapat mengerjakan lebih banyak. Karena itu kotak besar menyala, kudapat mengerjakannya lebih mudah. Aku sangat suka dengan kotak menyala itu. Tetapi tetap saja kegagalan berada pada diriku. Hingga tak dapatnya ku ikut dalam kegitan setelah semua itu.

Bagian 6 : SBMPTN ITS Surabaya

 

Bagian 7 : STIDKI Ar Rahmah Surabaya

Berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan hari yang tak jauh di setiap pengetesannya. Membuat otak ini harus bekerja tiga puluh hari selama dua puluh empat jam. Sekarang berpindah lagi ke tempat yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Sebuah tempat dengan buku aneh yang sering kubaca. Tempat yang memberikan pelajaran tentang agama. Mempelajari bahasa asing buku aneh itu dan juga keilmuan lainnya. Tetapi semua ini sedikit lebih ringan dari sebelumnya.

Pengetesanpun telah selesai. Sungguh menyenangkan berada di sana. Ku berharap ku dapat berpartisipasi dalam pelajaran disana. Dengan pemberitahuan yang telah diberikan. Di beritahukan bahwa ku harus menunggu salah satu  dari mereka yang mengundurkan diri.

Semua terjadi karena ku menjadi seorang cadangan kelulusan. Tetapi tak ada yang mengundurkan diri hingga akhirnya tak lulus lagi dalam pengetesan. Sungguh membuat hati ini harus bersabar atas ridho yang di berikan oleh-Nya.

Bagian 7 : STIDKI Ar Rahmah Surabaya

 

Bagian 8 : STIPAI Maghfirah Bogor

Kami dapatkan sebuah pendaftaran di sebuah bukit. Tetapi kami tak harus perjauh kesana. Cukup berada di rumah tuk melakukan tes yang akan di berikannya. Sangat tak kusangka zaman semakin canggih membuat kemudahan dalam semua kehidupan.

Pengetesan yang dilakukan dalam sebuah jaringan media sosial. Media sosial berwarna hijau yang dapat menelpon dengan tatap muka antar sesama. Menghafalkan satu halaman buku aneh ini dalam kurun waktu tiga jam kemudian disetorkan kepada mereka.

Sungguh hal yang tak dapat kupercaya. Sudah kuhafal semua yang tertera tetapi hilang begitu saja saat kuberikan pada mereka. Sepertinya tak ada kesempatan tuk mengulanginya. Sungguh sangat memalukan yang akhirnya tak dapat ku mengikuti kegiatan disana.

Bagian 8 : STIPAI Maghfirah Bogor

 

Bagian 9 : IAIN Surakarta

Sebelumnya sudah ku daftarkan diriku di sebuah area bahasa. Tetapi tak ku ambil karena orang yang kusayangi tak menyetujuinya. Yah, entah apa yang terjadi semua tergantung keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagian 9 : IAIN Surakarta

 

Bagian 10 : Patigat Gajah Tunggal

Dan sebuah tempat yang kurang tau apa yang diajarkannya. Mengetahui bahwa tempat tersebut berkaitan dengan sebuah ban. Entah apa yang mereka ajarkan tetapi tak kuambil karena berbenturan dengan pengetsan yang akan datang.

Bagian 10 : Patigat Gajah Tunggal

 

Bagian 11: Terakhir

Apakah tak ada tempat yang diridhoi olehku tuk dapat melanjutkan jenjang pembelajaranku ini? Sungguh memang ku hanya berdiam dan tak melakukan apa-apa. Lalu seorang teman memberikan sebuah pendaftaran yang mungkin ku dapat berpartisipasi ke dalam sana. Tak apalah kucoba tuk berpartisipasi ke dalamnya.

Perjuangan orang yang kusayangi. Akhirnya diperbolehkannya ku ikut dalam pengetesan ini melalui jalur donasi. Menuliskan sebuah cerita tentang diri pribadi dan keluarga tuk dapat berpartisipasi ke sana. Hingga menunggu hari yang di tentukan tuk dapat masuk ke sana.

Bagian 11: Terakhir

 

Bagian 12 : Tak ada Kabar

Sudah hampir dua minggu tak ada kabar datang. Ku menjalankan kegiatan yang biasa kulakukan dalam kehidupan. Mengangkat sebuah telepon dari orang yang tak dikenal. Menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Tak kusangka akhirnya ku lulus dalam pengetesan singkat yang mereka berikan.

Bagian 12 : Tak ada Kabar

_________________________________________

Sungguh sangat Tepat

Kegembiraan yang sangat ku banggakan bersama orang yang kusayang. Saatnya mempersiapkan diri berjalan menuju tempat yang di berikan. Yang mengajarkan sebuah kitab dan juga tentang media sosial. Terimaksih ya Allah atas semua keridhoan yang selama ini telah kau rencanakan.

Setiap perjalanan bergantung kepada jalan keridhoan. Menuju tempat yang sekarang ku merasa sangat senang di dalamnya. Di sebuah pesantren yang fokus pada Al-Qur’an dan Bisnis Online.

Yaitu adalah, ……

 

Pesantren SINTESA Magetan

Pesantren SINTESA Magetan

_________________________________________

CREATED BY : ALI DZAKY AL ARIEF

Tempat yang Diridhoi

Life with a Smile

Yakin Gak Mau Komen?

%d blogger menyukai ini: